yang selama
ini aku cari ternyata sebuah perjalanan yang salah dan membingunkan,aku hanya mengejar sebuah kehidupan yang hampa Tetapi tak akan terlintas olehku
untuk beranjak Dari tempatku sekarang ku, walau aku tau itu salah.
Sebuah
penantian tanpa batas waktu dan sebuah pencarian yang panjang dalam hidupku terbentur
atas kenyataan pahit akan kesalahan jalanku.
Terlalu jauh untuk kembali dan memulai dari awal, tapi
terlalu sesat bagiku untuk meneruskan perjalananku.
Perih terasa saat krikil-krikil
tajam menghujam keras kakiku, ………………………, teriris rasanya hati ini ketika ku
dengar orang menyebut nama besar-Mu, sakit … …. … terlampau sakit, akan ketidak
syukurku padaMu, akan keinginanku untuk sekedar lepas sendiri, terbang … …
mengepakkan sayapku yang selama ini aku pikir begitu indah, begitu kuat, tapi
…… ternyata rapuh ……, aku masih belum tahu kenapa Engkau berkehendak lain
atasku, begitu bahagia dan bersyukurku atas-Mu, ketika pernah ada sebuah hati
yang mengisi hidupku, pernah ada mahkluk terindah yang pernah menyentuh hariku,
tidakkah Engkau tau …? Aku begitu sangat dan sangat menginginkanya, dan
mencitainya lebih dari yang terpikir olehku, tapi semua itu baru aku rasakan
ketika dia telah pergi meninggalkanku! Tuhan …, salahkah aku? Tiada keinginan
apapun atas dirinya, telah cukup bagiku kebahagiaan, ketika dia kembali padaku
dan membantu menopang langkahku. “Tuhan dalam Lumpur dosa ini, apakah Engkau
masih mendengarkan doaku?”_ia